twitter



Latar belakang terjadinya kerajaan Sriwijaya terjadi karena terjalinya hubungan dagang antara Indonesia dengan India yang melewati Selat Malaka pada abad ke-1 M. Sejak saat itu Selat Malaka menjadi ramai dengan perdagangan yang kemudian diikuti juga dengan kerajaan. Salah satu kerajaan yang muncul di kawasan itu adalah Kerajaan Sriwijaya.

 

Sumber Sejarah
                Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya terdiri dari beberapa artefak seperti prasasti, candi, juga berupa berita asing, seperti berita Arab, berita India, berita Cina.
                Beberapa prasastinya adalah:
Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Two, Prasasti kota kapur, Prasasti Telaga Batu,Prasasti Karang Brahi, dan Prasasti Ligor. Selain prasasti sumber sejarah kerajaan ini juga berupa candi. Seperti candi: Candi Muara Takus, Candi Koto Mahligai, Kedaton, Candi Gedong I, candi Gedong II, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu, dan Candi Astano. Juga wihara-wihara dan arca.

                Kehidupan Politik
                Kerajaan Sriwijaya mencapai masa keemasan pada abad ke-8 dan ke-9 ketika diperintah oleh Raja Balaputradewa. Raja Balaputradewa diperkirakan mulai memerintah pada tahun 850 M.
                Dalam perkembangan sejarah Indonesia, Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan besar yang pernah membawa kemegahan dan kejayaan bangsa Indonesia di masa lampau. Namun, tidak semua raja yang pernah memerintah meninggalkan prasasti. Raja-raja yang diketahui pernah memerintah Kerajaan Sriwijaya selain Raja Balaputradewa diantaranya adalah :
Raja Dapunta Hyang, Pada masa pemerintahanya ia memperluas wilayah sampai ke Jambi dengan meduduki wilayah Minangatamwan. Dan sejak awal pemerintahanya dia juga telah mencita-citakan agar Kerajaan Sriwijaya manjadi kerajaan maritime.
Raja Sanggarama Wijayattunggawarman, pada masa pemerintahanya Kerajaan Sriwijaya mengalami ancaman dari Kerajaan Chola. Di bawah Raja Rajendra Chola, Kerajaan Chola melakukan serangan dan berhasil merebut Kerajaan Sriwijaya. Sanggarama Wijayattunggawarman berhasil ditawan. Namun, pada masa pemerintahan Raja Kulottungga I di Kerajaan Chola, Raja sanggarama Wijayattunggawarman dibebaskan kembali.

Faktor-faktor pendorong perkembangan Kerajaan Sriwijaya.
a)      Letak yang strategis.
b)      Kemajuan kegiatan perdagangan India dan Cina.
c)       Keruntuhan kerajaan Fu-Nan.

Politik Luar Negeri
Politik luar negeri Kerajaan Sriwijaya dijalankan melalui hubungan Persahabatan dengan Negara-negara lain. Kronik Dinasti Sung menyebutkan bahwa utusan-utusan Sriwijaya selalu dating ke Cina hingga tahun 988M. Selain kerajaan Cina, Kerajaan Sriwijaya juga menjalin hubungan dengan kerajaan di India. Seperti Kerajaan Pala (Nalanda)di Benggala dan Kerajaan Cholamandala di pantai timur India Selatan.
Kehidupan Sosial
                Berdasarkan berita dari Cina,diperkirakan sejak abad ke-7 Kerjaan Sriwijaya telah dikenal sebagai pusat pendidikan agama Buddha Mahayana. Seorang musafir Cina yang pernah tinggal di kerajaan sriwijaya selama enam bulan, I Tsing menerangkan bahwa pendeta pendeta Cina dating ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta dan menyalin kitab kitab suci agama Buddha. Guru besar yang sangat terkenal di massa itu adalah Sakyakirti yang mengarang buku Hastadandasastra..
                Dalam perkembangan selanjutnya, Sriwijaya menjadi pusat perkembangan agama BuddhaMahayana yang terpenting di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Kehidupan Ekonomi
                Ramainya perdagangan India dengan Cina melalui selat malaka sangat menguntungkan Sriwijaya. Para pedagang dari kedua bangsa tersebut singgah di pelabuhan milik Sriwijaya. Selain membayar bea masuk, mereka juga melakukan transaksi jual beli dengan pedagang-pedagang Sriwijaya. Barang dagangan dari Sriwijaya berupa emas, perak, gading, penyu, kemenyan, kapulaga, kapur barus, pinang, kayu gharu, kayu cendana, kayu hitam, lada dan dammar. Para pedagang asing dapat menukarnya dengan porselin, kain katun, atau sutera.
                Demi keuntungan perdaganganya, Sriwijaya tidak keberatan mengakui Cina sebagai negara yang berhak diberi upeti. Hal itu merupakan sebagian usaha diplomatic Sriwijaya untuk menjamin Cina tidak membuka perdagangan langsung dengan negara negara lain di Asia Tenggara yang dapat merugikan perdaganganya.

Faktor-faktor Penyebab Kemunduran Kerajaan Sriwijaya.
a)      Adanya serangan dari Jawa , yaitu serangan dari raja Dharmawangsa pada tahun  990M yang mengirimkan tentaranya ke Sriwijaya.
b)      Adanya serangan kerajaan Chola pada tahun 1023 1030 dan 1068 M
c)       Mundurnya perekonomian kerajaan Sriwijaya akibat bandar-bandar penting melepaskan diri dari Sriwijaya.
d)      Terdesak oleh perkembangan Kerajaan Thai di Thailand serta pengaruh Kerajaan Singosari menjalankan Ekspedisi Pamalayau untuk menjalin hubungan dengan Kerajaan Melayu di jambi, dengan tujuan mengepung kedudukan Sriwijaya.
e)      Adanya serangan dari kerajaan majapahit tahun 1477. Raja majapait mengirimkan tentara untuk menaklukan raja-raja Sumatera yang memberontak terhadap Majapahit, salah satunya adalah Sriwijaya.
f)       Munculnya kerajaan Islam Samudera Pasai yang berhasil mengambil alih pengaruh Sriwijaya.